50 Kali Berbagi Darah, 27 Pendonor Banyuwangi Dapat Penghargaan di HUT ke-81 PMI



CERITARELAWAN, BANYUWANGI – Kebaikan tidak selalu dilakukan sekali lalu selesai. Di Banyuwangi, 27 pendonor darah sukarela telah berulang kali memberikan darahnya hingga mencapai donor ke-50. Konsistensi mereka mendapat penghargaan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).

Penghargaan tersebut diberikan PMI Kabupaten Banyuwangi dalam apel peringatan HUT ke-81 PMI di halaman Markas PMI Banyuwangi, Senin, 21 September 2026.

Sebanyak 27 pendonor yang telah mencapai donor ke-50 mendapat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas konsistensi mereka dalam mendonorkan darah. PMI Banyuwangi juga memberikan penghargaan kepada pendonor darah sukarela yang telah mencapai donor ke-10 dan ke-25.

Bagi para pendonor, angka 50 tidak sekadar menunjukkan berapa kali mereka datang untuk mendonorkan darah. Di balik angka tersebut terdapat tindakan kemanusiaan yang dilakukan berulang kali untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian para pendonor.

“Kegiatan donor darah yang dilakukan dan setetes darah panjenengan telah menyelamatkan nyawa bersama. Ini adalah wujud peduli yang luar biasa,” ujarnya.

Ketika Kepedulian Menjadi Kebiasaan

Penghargaan untuk para pendonor menjadi salah satu warna dalam peringatan HUT ke-81 PMI yang mengusung tema nasional “Peduli, Bergerak, Bersama”.

Apel dipimpin langsung oleh Mujiono selaku pembina apel. Jajaran pengurus PMI, instansi terkait, staf, serta puluhan relawan turut mengikuti kegiatan tersebut.

Para relawan berasal dari berbagai unsur, mulai PMR Mula, Madya, Wira, Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), hingga Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).

Kehadiran mereka memperlihatkan beragam peran yang dapat dilakukan dalam kegiatan kemanusiaan. Ada yang menjadi pendonor, relawan, bagian dari pelayanan masyarakat, hingga terlibat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

225.000 Liter Air Bersih untuk Masyarakat

Cerita kepedulian dalam peringatan HUT PMI Banyuwangi tidak hanya datang dari para pendonor darah.

PMI Kabupaten Banyuwangi juga menjalankan pelayanan untuk membantu masyarakat yang menghadapi krisis air bersih.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Banyuwangi telah mendistribusikan sebanyak 225.000 liter air bersih ke sejumlah kecamatan yang mengalami krisis air bersih.

Bentuk kepedulian lainnya diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pelatihan barbershop bagi penyandang disabilitas.

Menurut Mujiono, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan tidak hanya diperlukan ketika bencana terjadi.

“Beberapa bulan lalu ada pelatihan disabilitas barbershop di sini, itu sangat bagus sekali. PMI tidak hanya hadir saat bencana, tapi juga hadir untuk pemberdayaan,” tambahnya.

Pelayanan kebutuhan dasar dan kegiatan pemberdayaan tersebut memperlihatkan bahwa aksi kemanusiaan dapat tumbuh dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan masyarakat.

Relawan PMR Bawa Kemanusiaan ke Panggung Budaya

Rangkaian HUT ke-81 PMI Banyuwangi juga memberikan ruang kepada relawan muda untuk mengekspresikan semangat kemanusiaan melalui budaya.

Relawan PMR menampilkan Sendra Tari Madya Wira Bakti Kemanusiaan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus upaya melestarikan budaya lokal Banyuwangi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas 81 tahun pengabdian PMI.

Semangat berbagi diteruskan melalui penyaluran 60 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar Markas PMI Kabupaten Banyuwangi.

Dengan demikian, peringatan HUT tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Ada apresiasi untuk pendonor, pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih, pemberdayaan penyandang disabilitas, keterlibatan relawan muda melalui budaya, serta penyaluran bantuan sosial.

Menjaga Nilai dalam Kerja Kemanusiaan

Di tengah beragam bentuk pengabdian tersebut, Mujiono mengingatkan para relawan untuk tetap menjaga nilai-nilai yang menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Netralitas, integritas, dan kekompakan menjadi pesan yang ditekankan kepada seluruh relawan.

“Tentu yang kami harapkan jaga netralitas, integritas, kekompakan, karena ini adalah amanah untuk kita semuanya. Niat kita adalah ibadah,” tegas Mujiono.

Peringatan HUT ke-81 menjadi momentum bagi PMI Kabupaten Banyuwangi untuk memperkuat kembali semangat kemanusiaan, kepedulian, dan pengabdian di tengah masyarakat.

Namun, dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, cerita 27 pendonor yang telah mencapai donor ke-50 memberikan pesan tersendiri.

Membantu sesama tidak selalu harus dimulai dengan tindakan besar. Satu tindakan sederhana yang dilakukan dengan konsisten dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang kemanusiaan.

Para pendonor itu telah melakukannya berulang kali.

Dari satu donor ke donor berikutnya, kebaikan terus bergerak. Dari satu kepedulian, terbuka harapan untuk membantu sesama.

Penulis: Lintang 
Editor: Redaksi

Post a Comment

ceritarelawan.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Previous Post Next Post

Contact Form